Suatu musibah datang tidak dapat terhalangi

Pada suatu hari dimana hari itu aku harus mengikuti Ujian Akhir Semester di Kampus STT YBS Internasional, saya pun berjalan dari sekolah untuk mengikuti ujian tersebut dengan penuh semangat. Waktu itu aku punya tugas Algoritma dan Pemograman yang berjumlah lima kasus dan alhamdulillah tugas tersebut selesai meskipun program tersebut hasil diskusi sama guru SMK dulu.
Dengan semangatnya saya pun cepat bergegas untuk pergi kuliah untuk mengumpulkan Tugas Program tersebut ke Dosen Matakuliah Algoritma & Pemograman. Dan juga hari itu saya mau mengikuti Ujian Akhir Semester (UAS) untuk matakuliah Bahasa Inggris I dan Aplikasi Perkantoran di Kampus STT YBS Internasional Tasikmalaya, pada Hari Sabtu 16 Februari 2013.
Setelah 10 Menit saya melakukan Perjalanan berangkat ke Kampus yang berada di pusat kota Tasikmalaya dari Gunungtanjung, waktu itu keadaan hujan dan saya pun tidak memakai jas hujan/mantel karena Ora Punya/tidak punya. Tidak apa-apa ga pake jas hujan juga pengorbanan buat mengikuti UAS. Tetapi apa yang terjadi disebelah kiri jalur saya mengendarai motor ada Sebuah mobil truk yang sedang menurunkan Genting rumah saya pun tidak mengira bahwasanya di depan mobil tersebut ada motor yang mau balik arah. dengan rasa kaget saya memberikan peringatan klakson waktu saya pas di mobil yang sedang menurunkan genting tersebut. Kira-kira jarak motor yang mau balik arah ke waktu saya memberikan suara kelakson tersebut 50 meter. Yang anehnya orang yang mau balik arah tersebut setelahnya diberikan kelakson tidak diam melainkan di melanjutkan putar arah dan anehnya lagi saya juga terus melanjutkan perjalanan dan akhirnya saya pun menabrak motor yang mau balik arah tersebut dan akhirnya saya pun terluka di pelipis dengan luka yang cukup parah. Setelah terjadi kecelakaan saya pun langsung dibawa oleh seorang Laki-laki (Bapak RT) warga disana di tempat saya terjadi kecelakaan untuk menuju seorang dokter untuk segera dirawat.
Setelahnya sampai di Tempat rawat (Rumahnya Dokter) saya pun masuk dengan kepala saya sudah teras pusing mau pingsan. saya pun masuk ruangan dan sama dokter dikasih Teh Manis untuk diminumkan kepada saya, dan sayapun minum teh manis tersebut. Tidak lama kemudian luka yang ada dipelipis saya dibersihkan dengan dioleskan cairan alkohol supaya menjaga infeksi. Karena luka nya robek cukup besar jadi kata dokter harus di jahit padahal dalam benak hati saya ” dijahit ga yang luka saya ini? jangan sampai dijahit ya luka saya ini” itu dalam hati saya.
Dan akhirnya luka sayapun di jahit tusukan jarum pertama pun di lakukan dan teras linu dan sakit dan begitu pun tusukan yang kedua masih tersa sakit, dan alhamdulilah tusukan yang selanjutnya tidak terasa mungkin karena dikasih obat supaya tidak terasa sakit. Tetapi tidak lama kemudian sekitar sepuluh menit kemudian saya pun merasakan sakitnya tusukan jarum, mungkin dikarenakan obatnya sudah tidak beresksi kembali. Tidak lama kemudian proses penjahitan luka sayapun selesai. dalam benak hati saya berfikir” Gini ya rasanya di jahit kalau luka itu?”. Dan sayapun setelanya beres masih tetap berbaring sambil menunggu keluarga saya dari rumah menyusul ke TKP, yang sedang di cari sama Pa RT yang tadi bawa saya ke dokter.
Setelah sekian lama saya menunggu keluarga saya, keluarga sayapun datang dan langsung membawa saya pulang. Setibanya dirumah orang tua saya pun menangisi saya yang kecelakaan dan saya pun masuk rumah dan berbaring dialas tikar di dalam rumah orang tua saya.
Tibalah waktu itu malam, badan saya pun terasa sakit pada pegel- pegel biasanya saya datang waktu malam itu cepet ngantuk dan waktu itu tidak, dan biasanya saya pulas dalam tidur tapi waktu itu tidak. Datang lah esok pagi Hari Minggu dimana saya harus melaksanakan UAS untuk matakuliah yang lain yang belum dilaksanakan Yaitu: Teknik Komputasi, Logika Informatika, Bahasa Inggris I, Pendidikan Agama Islam, dan Aplikasi perkantoran. Saya pun tidak bisa mengikutinya. dan saya meminta kepada kampus untuk mengikuti ujian susulan. Hari selasa saya pun sudah bisa untuk mengikuti Ujian susulan tersebut meskipun dalam keadaan masih sakit. Saya pun berangkat ke kampus dengan memakai motor Uwa saya karena motor orang tua saya rusak belum diperbaiki.
Tibalah saya pun di Kampus dan melapor ke petugas Kampus tersebut yang sudah ditugaskan untuk menyiapkan jika ada yang mau ujian susulan. Dan saya pun langsung memintanya soal ujian nya langsung saya kerjakan dengan Sendirian diruangan yang besar dan tidak ada seorang pun yang menemani, kalau biasanya mengerjakan soal itu dengan banyak orang ini mah sendirian dalam keadaan sepi.
Tidak lama kemudian Sekitar tiga nya saya menyelesaikan Ujian tersebut untuk 4 Matakuliah. Meskipun saya mengerjakannya dengan seadanya saja tidak sampai 100 % dikerjakan karena segitu kemapuan saya dan sambil merasakan rasa sakit.
Tidak lama kemudian Sekitar 1 Minggu setelahnya ujian keluarlah nilai hasil ujian tersebut dan bagaimana hasilnya? Sangatlah tidak puas hati ini untuk melihat hasil ujian saya. Tapi saya tetap bersyukur. Kejadian ini banyak yang perlu kita pelajari dan banyak hikmah yang bisa kita ambil. Alloh SWT tidak semata-mata menunkan suatu ujian/musibah tanpa Suatu hikmah/pelajaran yang dapat kita ambil.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s